Dosen SI Unusia Raih Gelar Doktor di Tiongkok, Teliti Blockchain untuk Industri 4.0

Dosen SI Unusia Raih Gelar Doktor di Tiongkok, Teliti Blockchain untuk Industri 4.0

News 5 min read

Dosen SI Unusia Raih Gelar Doktor di Tiongkok, Teliti Blockchain untuk Industri 4.0

Author avatar

Humas Unusia

Content Writer

Dosen SI Unusia Raih Gelar Doktor di Tiongkok, Teliti Blockchain untuk Industri 4.0

Jakarta — Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui salah satu dosen terbaiknya. Dr. Eng. Mohammad Iqbal Saryuddin Assaqty, S.E., MTI, dosen Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Unusia, telah berhasil meraih gelar doktor (Ph.D.) dari School of Computer Science and Engineering, South China University of Technology, Tiongkok.

Perjalanan akademik Dr. Iqbal dimulai dari Kediri, Jawa Timur, tempat ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah. Setelah itu, ia melanjutkan studi sarjana (S1) dan magister (S2) di Universitas Indonesia, sebelum akhirnya mengambil program doktoral di Tiongkok. Keputusan untuk menempuh studi lanjut di luar negeri menjadi bagian dari tekadnya untuk memperdalam ilmu dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi mutakhir, khususnya di bidang sistem informasi dan teknologi industri.

Disertasi doktoralnya yang berjudul “Research on Permissioned Blockchain for IIoT in Smart Manufacturing” menyoroti tantangan yang dihadapi dunia industri modern. Menurutnya, penggunaan Industrial Internet of Things (IIoT) di sektor manufaktur cerdas (smart manufacturing) kini semakin masif. Namun, solusi yang umumnya digunakan berbasis cloud sering kali menyimpan risiko keamanan yang cukup besar. Di sinilah blockchain menjadi alternatif yang lebih aman — terutama jenis blockchain yang tertutup atau permissioned. Sayangnya, implementasi blockchain pada perangkat IIoT tidaklah mudah karena keterbatasan sumber daya seperti daya komputasi, memori, dan penyimpanan.

“Riset saya mencoba merancang solusi blockchain yang ringan dan efisien, sehingga tetap aman namun bisa diimplementasikan pada perangkat IIoT yang terbatas,” ujar Dr. Iqbal.

Menempuh studi doktoral di Tiongkok menjadi tantangan tersendiri. Ia mengaku perlu beradaptasi dengan budaya yang sangat berbeda dan standar akademik yang tinggi. Terlebih, topik riset yang ia pilih adalah hal baru baginya. “Kita harus adaptif dan bekerja ekstra. Tapi di sisi lain, saya merasakan budaya riset yang sangat baik di sana,” ungkapnya.

Kini, dengan gelar doktor yang disandangnya, Dr. Iqbal berharap dapat membawa semangat baru ke lingkungan akademik Unusia. Ia juga memiliki harapan besar terhadap generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa, untuk lebih tertarik dan aktif dalam dunia riset. “Semoga ke depan akan lebih banyak talenta muda yang tertarik dengan riset, terutama di bidang teknologi,” pesannya.

Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Unusia, tetapi juga mempertegas komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas dosen dan memperluas kontribusi ilmiah pada tingkat global. Selamat kepada Dr. Eng. Mohammad Iqbal Saryuddin Assaqty atas pencapaian luar biasanya. Semoga ilmunya membawa manfaat luas bagi pengembangan teknologi dan pendidikan di Indonesia.


Penulis: Anwariah Salsabila