Awardee Beasiswa Bakti BCA Ikuti Kegiatan BCA Berbagi Ilmu di Universitas Indonesia
Humas Unusia
Content Writer
Depok, 21 April 2025 – Sebanyak puluhan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) yang merupakan penerima Beasiswa Bakti BCA berpartisipasi mengikuti kegiatan inspiratif bertajuk “BCA Berbagi Ilmu”, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.30 hingga 16.00 WIB ini diselenggarakan di Balai Serbaguna Purnomo Prawiro, Kampus Universitas Indonesia, Depok.
Acara ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan tantangan kepemimpinan masa kini, yakni “Mengembangkan Kepemimpinan yang Efektif melalui Pengembangan Diri dan Teknologi”. Kegiatan ini menghadirkan tiga sosok inspiratif dari PT Bank Central Asia Tbk. (BCA), yaitu Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, yang hadir sebagai narasumber utama; Nicholas Saputra, aktor dan Duta Bakti BCA, yang juga tampil sebagai narasumber; serta Hera F. Haryn, selaku Executive Vice President BCA, yang berperan sebagai moderator dan pemandu jalannya diskusi.
Dalam penyampaiannya, Jahja Setiaatmadja memaparkan secara mendalam mengenai esensi seorang pemimpin di era modern. Beliau menegaskan bahwa menjadi seorang pemimpin tidak hanya soal posisi, tetapi juga kemampuan dalam menjembatani berbagai pendapat, menjadi pendengar yang baik, dan menghargai kontribusi sekecil apa pun dari setiap anggota tim. “Pemimpin yang baik harus mampu melihat nilai dari ide yang disampaikan, bukan hanya siapa yang menyampaikan. Jangan pernah remehkan sebuah masukan, walaupun berasal dari posisi yang tampaknya kecil. Semua orang berhak untuk didengar,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa keberhasilan tidak bisa diraih secara instan. “Tidak ada yang instan. Semua butuh proses, dan proses itu mahal. Maka, penting untuk selalu memberi apresiasi kepada mereka yang berkontribusi dan menciptakan ide-ide yang baik,” tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya interaksi sosial yang sehat, serta persaingan yang dilakukan secara sehat dan profesional.
Sesi diskusi dalam kegiatan ini berlangsung sangat interaktif dan antusias, dengan lebih dari 100 pertanyaan yang masuk melalui formulir daring. Dari ratusan pertanyaan tersebut, beberapa terpilih untuk dijawab secara langsung oleh para narasumber. Salah satu pertanyaan menarik disampaikan oleh Lulu, mahasiswi dari program vokasi, yang menyentil realitas generasi muda masa kini yang tumbuh di tengah derasnya arus digital namun minim empati dan daya kritis. Ia bertanya, “Apakah kepemimpinan saat ini terlalu fokus pada teknologi hingga mengabaikan pentingnya karakter dan integritas?”
Menanggapi pertanyaan tersebut, Jahja kembali menekankan bahwa empati adalah kunci utama dalam kepemimpinan. “Empati menjadikan kita pemimpin yang lebih peka, lebih menghargai orang lain, dan lebih mampu membangun komunikasi yang sehat. Pemimpin yang empatik akan mampu membentuk lingkungan kerja yang produktif dan harmonis,” ungkapnya.
Sesi berikutnya menghadirkan Nicholas Saputra, yang berbagi pengalaman dan sudut pandang pribadinya sebagai Duta Bakti BCA dan figur publik yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan. Dalam paparannya, Nicholas mengajak para mahasiswa untuk terus memperluas cakrawala berpikir dan tidak membatasi diri pada apa yang diperoleh di dalam ruang kelas. “Ilmu bisa datang dari mana saja. Universitas adalah titik awal, bukan satu-satunya tempat belajar. Kita harus menyeimbangkan antara akademik dan pengembangan diri lainnya, seperti berorganisasi, magang, atau menjalin relasi di luar itu,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya berinvestasi pada diri sendiri, baik dalam bentuk pengembangan keterampilan, pengalaman kerja, hingga membangun jejaring yang luas. “Ketika memasuki dunia kerja, jangan berhenti belajar. Jadilah pribadi yang adaptif dan terbuka terhadap berbagai perubahan,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, panitia, dan narasumber, yang menjadi simbol sinergi antara dunia pendidikan dan dunia profesional. Dan menjadi wujud nyata memberikan dampak yang signifikan bagi pengembangan potensi mahasiswa Unusia dalam menciptakan generasi yang unggul, maju, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Penulis: Anwariah Salsabila