UP3 UNUSIA: Ruang Konseling dan Psikotes untuk Dukung Kesehatan Mental Sivitas Akademik
Humas Unusia
Content Writer
Jakarta — Unit Pelayanan dan Pengembangan Psikologi (UP3) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) hadir sebagai ruang pendampingan psikologis bagi sivitas akademik kampus, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan. Layanan ini meliputi konseling dan psikotes, serta bertujuan menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas hidup dan proses belajar-mengajar di lingkungan kampus.
UP3, yang dikelola oleh tim dosen Psikologi Unusia, memberikan layanan konseling berbayar dengan tarif sangat terjangkau, yakni Rp30.000 bagi mahasiswa dan Rp50.000 untuk sivitas lainnya. Biaya ini merupakan bentuk komitmen agar pengguna layanan lebih serius mengikuti proses, sekaligus sebagai upaya menjaga profesionalisme sesuai standar Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi).
“Kalau gratis, biasanya banyak yang tidak hadir. Padahal kami sudah menyediakan waktu. Makanya ada komitmen biaya, walau sangat murah jika dibandingkan harga layanan psikologi di luar,” ujar Ketua UP3.
Meski baru kembali aktif awal tahun ini setelah sempat vakum sejak 2021, UP3 telah menunjukkan konsistensinya. Layanan diberikan secara offline di ruang konseling kampus, dan tersedia pula secara online bila diminta oleh klien.
Setiap sesi konseling berdurasi sekitar 45 menit, dan tim UP3 menjamin kerahasiaan seluruh informasi yang dibagikan klien. Untuk penjadwalan, calon klien dapat mengakses tautan layanan melalui akun Instagram resmi UP3, dengan jadwal konsultasi tercepat tiga hari setelah pendaftaran.
“Kami punya grup khusus untuk mengatur ruang konseling. Ketika ada klien, semua diberi tahu H-1 agar tidak ada aktivitas lain di ruangan tersebut,” jelasnya.
UP3 juga menjadi bagian penting dari kegiatan akademik di Program Studi Psikologi. Setiap mahasiswa baru Psikologi wajib mengikuti tiga tes: profiling minat dan bakat, tes IQ, serta pemeriksaan kesehatan mental (mental health check-up).
Meski belum secara resmi terlibat dalam akreditasi institusi, keberadaan UP3 menjadi penunjang penting kelengkapan layanan prodi Psikologi. Tim juga mulai menjajaki kerja sama eksternal, seperti memberikan layanan psikotes minat-bakat ke beberapa sekolah dasar, meski pengembangan lebih lanjut masih terkendala keterbatasan SDM dan dana.
Tantangan utama UP3 adalah keterbatasan tenaga profesional dan peran ganda dosen yang merangkap sebagai konselor. Hal ini berisiko menciptakan ketidaknyamanan ketika mahasiswa yang konseling bertemu kembali dengan dosen di ruang kelas.
Untuk itu, UP3 menjalin kerja sama dengan mitra eksternal seperti Potensimu yang membantu dalam pencarian klien dan pelaksanaan program. Namun ke depan, tim berharap dapat memperkuat struktur internal, memiliki laboratorium psikologi sendiri (eksperimen, psikotest, dan konseling), serta memperluas layanan ke luar prodi Psikologi.
Terakhir, Ketua UP3 mengajak seluruh sivitas akademik Unusia, khususnya mahasiswa dari luar prodi Psikologi, agar tidak ragu memanfaatkan layanan konseling.
“Jangan takut untuk konseling. Kami sudah disumpah untuk menjaga kerahasiaan. Tidak ada yang akan tahu, bahkan dosen kamu sendiri,” tegasnya.
Ia menambahkan, banyak mahasiswa yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi menengah ke bawah cenderung menyimpan masalah sendiri. Padahal, konseling bisa membantu mereka menjalani proses belajar dengan lebih baik.
Informasi Layanan UP3 UNUSIA
Unit Pelayanan dan Pengembangan Psikologi (UP3) Unusia, Lantai 2 Kampus Unusia Jakarta
Jl. Taman Amir Hamzah No.5, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat
Email: uppp@unusia.ac.id
WhatsApp: 087818393599
Layanan: Konseling & Psikotes (Mental Health Service)
Penulis: Anwariah Salsabila