Unusia Perkuat Budaya Mutu melalui Lokakarya SPMI Berbasis Mitigasi Risiko
Humas Unusia
Content Writer
Jakarta — Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) terus memperkuat budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi melalui partisipasi aktif dalam “Lokakarya Penerapan SPMI Berbasis Mitigasi Risiko” yang diselenggarakan di The Ballroom El Hotel Gading, Jakarta (22/10).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Bantuan Pembinaan SPMI Tahun 2025 yang digagas oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Diktiristek). Lokakarya tersebut menjadi seri ketiga dari rangkaian kegiatan pembinaan mutu, setelah sebelumnya dilaksanakan Penguatan Pemahaman Konsep Dasar SPMI Berbasis Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 dan Penyusunan SPMI Berbasis Diferensiasi Misi.
Dalam kegiatan ini, Unusia mengirimkan tujuh delegasi yang terdiri dari unsur pimpinan universitas dan pengelola mutu fakultas, antara lain Ketua LPPMI M. Abd. Rahman, Ketua Bidang Akademik LPPMI Widya Rahmawati Al-Nur, Wakil Rektor II Fira Mubayyinah, serta perwakilan Unit Penjaminan Mutu (UPM) dari berbagai fakultas.
Lokakarya yang diikuti oleh sepuluh perguruan tinggi di bawah binaan LLDIKTI Wilayah III ini menjadi ajang strategis bagi Unusia untuk memperkuat penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis mitigasi risiko. Pendekatan ini mendorong terciptanya tata kelola mutu yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi dinamika perubahan di dunia pendidikan tinggi.
Ketua LPPMI Unusia, M. Abd. Rahman, menegaskan bahwa penerapan SPMI berbasis mitigasi risiko menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem kendali mutu di seluruh aspek kelembagaan.
“Kami ingin memastikan setiap kebijakan dan proses akademik di Unusia memiliki sistem kendali mutu yang tangguh dan siap beradaptasi dengan tantangan ke depan,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam program ini, Unusia menegaskan komitmennya untuk membangun sistem penjaminan mutu yang tidak hanya sesuai dengan regulasi nasional, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan dan ketangguhan institusi. Dengan demikian, budaya mutu dapat tumbuh secara konsisten di seluruh lini universitas, mendukung visi Unusia sebagai perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berakar pada nilai-nilai Islam Nusantara.
Penulis: Anwariah Salsabila