Unusia Ikut Berkontribusi dalam Lokakarya Pemanfaatan Media Sosial LLDikti Wilayah III
Humas Unusia
Content Writer
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) berpartisipasi dalam Lokakarya Pemanfaatan Media Sosial dalam Membangun Citra Positif Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kaliabang Tengah, Selasa (21/10).
Kegiatan ini diikuti oleh para pengelola humas dan media dari berbagai perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDikti Wilayah III, dengan tujuan memperkuat kapasitas pengelolaan komunikasi digital kampus.
Rektor UBSI Prof. Wahyudi membuka kegiatan dengan sambutan hangat sebagai tuan rumah. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa media sosial kini menjadi ruang utama bagi masyarakat untuk mengenal karakter dan nilai suatu kampus.
“Media sosial bukan sekadar sarana informasi, tetapi juga ruang yang merefleksikan budaya akademik dan reputasi kampus di mata publik,” ujarnya.
Narasumber pertama, Dinda Ayu Muthia, M.Kom, dosen sekaligus Digital Content Strategist UBSI, memaparkan pentingnya kreativitas dalam menghadapi dinamika media sosial. Menurutnya, setiap kampus harus mampu menyesuaikan tren yang sedang berkembang tanpa kehilangan jati diri dan nilai institusionalnya.
“Cara bertahan di dunia digital adalah dengan mengikuti tren, tapi tetap dikreasikan sesuai karakter kampus kita. Setiap kampus punya keunggulan dan orisinalitas yang harus ditonjolkan,” jelas Dinda.
Ia juga mengingatkan bahwa audiens kampus memiliki latar usia dan minat yang beragam. Karena itu, pesan komunikasi dan bentuk konten perlu disesuaikan agar tetap relevan dan menarik. “Cari keunggulan kampus, buat konten yang related dengan audiens, dan sesuaikan dengan nilai-nilai kampus,” tambahnya.
Sesi kedua diisi oleh Ayu Pravita Sari, S.I.Kom., M.Si., Pranata Humas Ahli Muda di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sejak 2010, Ayu aktif sebagai humas pemerintah dan kini menjadi penanggung jawab strategi komunikasi dan media sosial di lingkungan kementerian.
Melalui materinya bertajuk “Strategi Pengelolaan Konten Kreatif Kampus Berdampak”, Ayu mengajak perguruan tinggi untuk mengubah paradigma komunikasi akademik menjadi narasi publik yang inspiratif.
“Makna kampus merdeka bukan hanya tentang apa yang dipelajari, tapi juga tentang apa yang bisa dibagikan untuk masyarakat. Riset dan inovasi harus dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Ayu menekankan pentingnya teknik copywriting yang menggugah dan mudah dipahami, agar pesan kampus tersampaikan secara emosional tanpa kehilangan kredibilitas ilmiah.
“Bangun awareness dan engagement dari konten yang sederhana dan membumi. Hindari bahasa akademik yang terlalu tinggi agar publik bisa ikut merasakan maknanya,” pesannya.
Ia juga mendorong kampus untuk memproduksi konten kreatif seperti reels yang menampilkan dosen dan riset-riset berdampak bagi masyarakat.
Kegiatan ini menjadi ajang berbagi strategi dan inspirasi bagi pengelola humas perguruan tinggi dalam memperkuat citra positif kampus melalui media sosial. Melalui kolaborasi dan kreativitas, setiap PTS diharapkan mampu menghadirkan wajah pendidikan tinggi yang relevan, inspiratif, dan berdampak bagi masyarakat.
Penulis: Anwariah Salsabila