Unusia Gelar Reviu Kurikulum SPI, Bahas Kompetensi Lulusan di Era Society 5.0
Humas Unusia
Content Writer
Jakarta – Program Studi Sejarah Peradaban Islam (jenjang S1, S2, dan S3) Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menggelar kegiatan Reviu Kurikulum pada Kamis, 14 Agustus 2025 di Aula Jakoeb Oetama Unusia Jakarta, acara dimulai pukul 09.30 WIB hingga selesai.
Acara ini diikuti oleh Dr. Fariz Alnizar, Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi Unusia; Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Islam Nusantara; para Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam S1-S3; jajaran dosen FIN; serta tamu-tamu undangan dari luar kampus.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Agus Mulyana, M.Hum., Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia sekaligus pengurus pusat Masyarakat Sejarawan Indonesia.
Dalam paparannya, Prof. Agus menekankan pentingnya kurikulum sejarah yang adaptif terhadap tantangan era Society 5.0, termasuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, pemecahan masalah kompleks, literasi digital, kecerdasan emosional, dan fleksibilitas kognitif. Ia juga menguraikan perbedaan peran sejarawan akademik dan amatir, peluang narasi sejarah di ruang publik seperti museum, pariwisata, dan media digital, serta inovasi mengolah sumber sejarah menjadi sajian yang relevan bagi masyarakat.
Diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai pertanyaan serta saran dan masukan membangun mengenai penyempurnaan kurikulum.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Program Studi Sejarah Peradaban Islam Unusia dapat terus memperkuat relevansi dan kualitas pembelajaran di semua jenjang pendidikan, mencetak lulusan yang mampu berperan sebagai sejarawan profesional, pendidik, peneliti, maupun praktisi sejarah yang peka terhadap dinamika masyarakat modern.
Penulis: Anwariah Salsabila