Unusia dan KPAI Luncurkan Buku Pendidikan Anak dan Gelar Bimtek Pencegahan Kekerasan

Unusia dan KPAI Luncurkan Buku Pendidikan Anak dan Gelar Bimtek Pencegahan Kekerasan

News 5 min read

Unusia dan KPAI Luncurkan Buku Pendidikan Anak dan Gelar Bimtek Pencegahan Kekerasan

Author avatar

Humas Unusia

Content Writer

Unusia dan KPAI Luncurkan Buku Pendidikan Anak dan Gelar Bimtek Pencegahan Kekerasan

Jakarta - Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyelenggarakan kegiatan Launching Buku Hasil Pengawasan Satuan Pendidikan Ramah Anak dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada Satuan Pendidikan, Selasa (17/6), di Aula Jakoeb Oetomo, Lt. 4 Kampus Unusia Jakarta.

Buku yang diluncurkan merupakan hasil karya Moh. Faiz Maulana, Dosen Sosiologi dari Fakultas Ilmu Sosial Unusia, dan Dr. Aris Adi Leksono, M.Pd, Komisioner KPAI. Kegiatan ini dihadiri oleh para Guru Bimbingan Konseling (BK) dari berbagai satuan pendidikan, yang menjadi garda depan dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dr. Aris Adi Leksono, yang menekankan pentingnya peran guru BK dan tenaga pendidik dalam menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara holistik. Ia juga menyoroti hasil temuan KPAI terkait masih tingginya angka kekerasan di lingkungan pendidikan, yang menjadi latar belakang pentingnya pengawasan dan advokasi kebijakan.

Sesi pertama diisi oleh Winda Maharani, M.Psi, dosen Psikologi Unusia, yang menyampaikan materi bertema Kekerasan dalam Lingkungan Sekolah. Dalam paparannya, Winda mengupas jenis-jenis kekerasan yang sering luput dari perhatian, seperti kekerasan verbal, simbolik, dan psikologis, serta dampaknya terhadap kondisi mental dan prestasi belajar peserta didik.

Acara dilanjutkan dengan sesi Bimbingan Teknis Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada Satuan Pendidikan, yang dipandu oleh Dr. Aris Adi Leksono dan Suslaningsih, M.Psi, Tim Instruktur Nasional Bimtek ke-BK-an dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Sesi ini berlangsung secara interaktif dengan diskusi, studi kasus, dan simulasi praktik penanganan kekerasan di sekolah, yang sangat diapresiasi oleh para peserta.

Selain berbagi pengetahuan, acara ini juga menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi pendidikan, dan pemangku kebijakan untuk saling bertukar pengalaman dalam upaya konkret menciptakan pendidikan yang ramah anak.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian buku Hasil Pengawasan Satuan Pendidikan Ramah Anak kepada seluruh peserta, sebagai bentuk dukungan literatur dan panduan praktik untuk diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.


Penulis: Anwariah Salsabila