Unusia dan Kedutaan New Zealand Bahas Potensi Kerja Sama Riset Kajian Lokalitas
Humas Unusia
Content Writer
Jakarta, 26 Mei 2025 — Fakultas Islam Nusantara (FIN) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menerima kunjungan kehormatan dari perwakilan Kedutaan Besar New Zealand di Jakarta pada Senin pagi, pukul 10.00 WIB.
Pertemuan yang berlangsung di ruang Rektorat Kampus Jakarta ini dihadiri oleh Sekretaris Kedua (Politik) Emma Harman dan Attaché and Vice-Consul Josh Bibby. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengenal lebih dekat profil dan program Unusia, khususnya Fakultas Islam Nusantara, serta menjajaki kemungkinan kolaborasi ke depan.
Dekan FIN, Dr. Ahmad Su'adi, memaparkan berbagai inisiatif riset yang telah dan sedang dikembangkan oleh fakultasnya, termasuk kerja sama akademik dengan sejumlah universitas di Australia, Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok. Ia menekankan pentingnya pengembangan riset berbasis lokalitas, khususnya yang berkaitan dengan masyarakat Islam di wilayah-wilayah yang kaya akan tradisi budaya seperti Papua.
“Saya tadi bicara soal riset kita di Papua, bukan soal politik, tapi tentang kebudayaan Islam di Papua Barat. Di sana dulu ada kerajaan, yang secara tradisi masih eksis hingga sekarang. Itu sangat berpengaruh dan memiliki kesamaan karakter dengan pendekatan yang berkembang di New Zealand,” jelas Dr. Su'adi dalam pertemuan tersebut.
Pihak Kedutaan New Zealand menyambut positif paparan tersebut dan menunjukkan ketertarikan terhadap pendekatan riset lokalitas yang dilakukan Unusia. Mereka juga berbagi informasi mengenai pengembangan studi keislaman di berbagai perguruan tinggi di New Zealand, yang menunjukkan adanya potensi kesamaan visi dalam mengembangkan kajian keislaman kontekstual.
“Semoga ke depan bisa terwujud kerja sama yang konkret antara Unusia dan mitra dari New Zealand,” tutup Dr. Su’adi.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam membuka ruang kolaborasi antara Unusia dan institusi akademik maupun pemerintah di New Zealand, terutama dalam bidang riset yang berpijak pada kearifan lokal.
Penulis: Anwariah Salsabila