Unusia dan Badan Halal NU Teken MoU Pendirian NU-TRAC, Pusat Pelatihan Jaminan Produk Halal
Humas Unusia
Content Writer
Jakarta, 28 November 2025 — Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Halal Nahdlatul Ulama (BHNU) terkait pendirian dan pengembangan Lembaga Pelaksana Pelatihan Jaminan Produk Halal (LPP JPH) yang diberi nama NU-TRAC (Nahdlatul Ulama Halal Training Center). MoU ini menandai langkah strategis kedua lembaga dalam memperkuat ekosistem halal nasional melalui penyediaan pelatihan dan sertifikasi profesi di bidang jaminan produk halal.
Kerja sama ini didasari oleh kepentingan bersama untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten di sektor halal, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Dalam MoU, kedua pihak sepakat mengembangkan pusat pelatihan yang berfokus pada peningkatan kompetensi Penyelia Halal, Juru Sembelih Halal, dan Auditor Halal, sekaligus mendukung riset dan pendidikan terkait industri halal.
Ketua Badan Halal Nahdlatul Ulama, Abdul Hakam Aqsho, S.H., M.H., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen NU dalam memastikan kualitas produk halal nasional.
“NU memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi garda terdepan dalam pengembangan ekosistem halal Indonesia. Melalui NU-TRAC, kami ingin melahirkan SDM yang kompeten, terstandar, dan siap bersaing. Kolaborasi dengan Unusia adalah langkah penting untuk menghadirkan pusat pelatihan halal yang berwibawa dan profesional.”
Plt. Rektor Unusia, dr. Syahrizal Syarif, MPH., Ph.D., menyampaikan bahwa MoU ini mempertegas posisi Unusia dalam mendukung penguatan sektor halal nasional.
“Unusia berkomitmen untuk berperan aktif dalam penguatan sektor halal melalui pendidikan, pelatihan, dan penelitian. NU-TRAC akan menjadi ruang belajar bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat untuk mengembangkan kompetensi mereka di bidang jaminan produk halal. Ini adalah kontribusi nyata Unusia untuk masa depan industri halal Indonesia yang lebih profesional.”
Kolaborasi ini mencakup beberapa poin utama, di antaranya:
- Pendirian serta pengurusan legalitas LPP JPH NU-TRAC.
- Penyusunan kurikulum dan modul pelatihan berbasis SKKNI.
- Pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi profesi halal.
- Penguatan kapasitas mahasiswa, dosen, alumni, dan masyarakat.
- Pemanfaatan fasilitas, SDM, dan jejaring kedua lembaga.
MoU ini berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan. Dengan hadirnya NU-TRAC, Unusia dan Badan Halal NU berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat industri halal nasional melalui pendidikan dan pengembangan kompetensi SDM.
Penulis: Anwariah Salsabila