Satu Dekade Unusia Jakarta: Meneguhkan Jati Diri, Membangun Masa Depan Bangsa
Humas Unusia
Content Writer
Jakarta — Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta secara resmi memperingati Hari Lahir ke-10 pada tanggal 1 Mei 2025, menandai satu dekade perjalanan dalam kiprah mencerdaskan bangsa melalui pendidikan tinggi yang berakar kuat pada nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.
Didirikan sebagai realisasi amanat Muktamar ke-32 Nahdlatul Ulama di Makassar tahun 2010, Unusia hadir sebagai jawaban atas kebutuhan akan perguruan tinggi NU berskala nasional di jantung ibu kota. Dengan semangat tersebut, pada tahun 2014 Unusia resmi berdiri melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dan terus tumbuh sebagai ruang pembelajaran yang inklusif, progresif, dan membanggakan.
Dalam momentum penting ini, Unusia mengangkat tema:
"A Decade of Wisdom: Rooted in Faith, Rising for the World",
sebagai cerminan perjalanan intelektual, spiritual, dan sosial yang telah dilalui sekaligus sebagai kompas untuk menatap masa depan.
Rektor Unusia Jakarta, Dr. Syahrizal Syarif, MPH, Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan bahwa usia sepuluh tahun merupakan usia penting untuk meneguhkan arah perjalanan dan memperkuat pondasi institusi.
“Universitas ini dibangun dari semangat yang luhur untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia lahir dari semangat keislaman dan keindonesiaan, khususnya tradisi Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi jati diri NU,” ungkapnya.
“Tema tahun ini—A Decade of Wisdom, Rooted in Faith, Rising for the World—bukan sekadar slogan. Ia mencerminkan jati diri Unusia yang berakar kuat pada nilai iman, tradisi intelektual Islam, serta tekad untuk memberi manfaat yang lebih luas bagi Indonesia dan dunia,” tambahnya.
Dalam satu dekade perjalanannya, Unusia telah mewadahi ribuan mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia. Melalui enam fakultas yang berkembang pesat— Fakultas Islam Nusantara, Hukum, Ilmu Sosial, Ekonomi dan Bisnis, Teknik dan Ilmu Komputer, serta Keguruan dan Ilmu Pendidikan— Unusia konsisten dalam pengembangan pendidikan berbasis nilai, ilmu, dan pengabdian masyarakat.
Ketua Badan Pengelola Perguruan Tinggi (BPP) Unusia, Dr. H. Juri Ardiantoro, M.Si, juga menyampaikan pesan penting dalam momentum ini. Ia menegaskan bahwa Unusia bukanlah proyek jangka pendek, melainkan perjuangan lintas generasi yang harus terus dijaga dan dikembangkan secara berkesinambungan.
“Unusia adalah amanah. Amanah dari para pendiri, para masyayikh, orang tua, dan senior-senior NU yang telah menitipkan kampus ini kepada kita semua. Bukan sekadar proyek sepuluh tahun, melainkan tanggung jawab besar yang harus dirawat dan dikembangkan,” ujarnya.
Dr. Juri juga menegaskan pentingnya gotong-royong dan keberlanjutan antargenerasi dalam menjaga keberadaan dan reputasi Unusia, mengajak semua pihak untuk terus mengawal pertumbuhan Unusia agar mampu melahirkan generasi muda NU yang unggul, berdaya saing, dan tetap setia pada nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
“Unusia harus menjadi rumah yang aman dan membanggakan bagi anak-anak muda NU dan Indonesia. Tempat mereka tumbuh, belajar, berpikir, dan mempersiapkan diri menjadi generasi unggul yang membawa misi peradaban,” lanjutnya.
Perayaan satu dekade Unusia ini juga menjadi momen untuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan Unusia selama ini—para pendiri, civitas akademika, tenaga kependidikan, mitra strategis, hingga masyarakat luas.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah berjuang bersama Unusia. Dari para dosen, mahasiswa, hingga mitra kami. Semoga sepuluh tahun ini menjadi pijakan kuat untuk melangkah lebih jauh ke masa depan,” tutur keduanya
Sebagai bagian dari NU, Unusia memiliki misi penting dalam memadukan nilai keislaman dan keilmuan. Komitmen ini tercermin dari upaya peningkatan mutu akademik, pengembangan jejaring kolaboratif, dan peran aktif dalam menjawab tantangan zaman—baik di tingkat nasional maupun global.
Sepuluh tahun adalah awal dari perjalanan panjang. Unusia terus berkomitmen siap menyongsong dekade baru dengan semangat kebaruan, keteguhan iman, dan dedikasi penuh untuk membentuk generasi muda yang cemerlang dalam ilmu, kokoh dalam nilai, dan tangguh dalam menghadapi perubahan.
Penulis: Anwariah Salsabila