PKKMB Unusia 2025 Resmi Ditutup, Mahasiswa Baru Siap Menyala dan Berkarya
Humas Unusia
Content Writer
Jakarta – Rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Tahun 2025 resmi berakhir pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Ilmu Menyala, Kritis Berkarya, Digital Berdaya” ini menjadi ruang pembelajaran awal bagi ratusan mahasiswa baru untuk mengenal dunia akademik, memperkuat karakter, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
Pelaksanaan PKKMB 2025 berlangsung selama tiga hari, sejak Kamis hingga Sabtu. Hari pertama diawali dengan istighasah, sambutan pimpinan universitas, serta prosesi pemotongan tali simbolis yang menandai resmi bergabungnya mahasiswa baru ke dalam keluarga besar Unusia. Sementara pada hari kedua, mahasiswa mendapatkan materi pengembangan diri, karakter, dan literasi informasi, serta mengikuti orientasi fakultas dan himpunan mahasiswa (HIMA) yang memperkenalkan mereka pada lingkungan akademik masing-masing.
Puncak kegiatan berlangsung pada hari ketiga, Sabtu (4/10), yang diisi dengan Talkshow Mahasiswa Berprestasi dan Duta Kampus. Tiga narasumber inspiratif dihadirkan, yakni Muhammad Zhulfan Ramadhan, Arina Syain Afifa, dan Liskawati Maryam, yang berbagi pengalaman, motivasi, dan nilai-nilai penting untuk membangun kapasitas diri sebagai mahasiswa Unusia.
Dalam paparannya, Zhulfan menekankan pentingnya memiliki mindset positif untuk mencapai kesuksesan. Menurutnya, kunci utama pertumbuhan adalah lingkungan yang positif dan teman yang saling mendukung.
“Failure is not the opposite of success, it is part of success. Kalau orang lain bisa, kita juga bisa. Yang bisa menyelamatkan diri kita adalah diri kita sendiri,” ujarnya.
Zhulfan juga mendorong mahasiswa Unusia untuk percaya diri karena memiliki potensi besar untuk bersaing hingga tingkat internasional.
Sementara itu, Liskawati Maryam mengajak mahasiswa untuk lebih peka terhadap isu kesetaraan gender dan membangun ruang sosial yang sehat bagi semua.
“Standar ‘laki-laki sejati’ bukan hanya menekan perempuan, tapi juga melukai laki-laki itu sendiri. Mari bersama-sama meruntuhkan standar itu dan menciptakan ruang yang setara serta sehat untuk semua,” tegasnya.
Adapun Arina Syain Afifa membahas pentingnya personal branding bagi mahasiswa sebagai bentuk penguatan nilai dan kapasitas diri. Ia menjelaskan bahwa personal branding bukan semata tentang citra luar, tetapi tentang bagaimana seseorang memberi makna dan dampak lewat dirinya.
“Personal branding yang kuat membuat orang lain percaya pada nilai dan kapasitas kita. Branding terbaik adalah ketika orang lain percaya pada nilai dirimu,” ungkapnya.
Arina juga menambahkan tiga prinsip utama dalam membangun personal branding, yakni The First (menjadi yang pertama mengambil peluang), The Best (menunjukkan kualitas terbaik), dan The Different (berani tampil unik dan berbeda).
Kegiatan hari terakhir juga diramaikan dengan inaugurasi HIMA, Festival Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) se-Unusia, dan ikrar sumpah mahasiswa yang berlangsung khidmat. PKKMB 2025 kemudian ditutup dengan sesi hiburan bersama seluruh peserta dan panitia.
Rangkaian PKKMB 2025 menandai dimulainya perjalanan akademik mahasiswa baru di Unusia. Melalui semangat Ilmu Menyala, Kritis Berkarya, Digital Berdaya, diharapkan mereka mampu menjadi generasi intelektual yang berkarakter, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Penulis: Anwariah Salsabila