PG PAUD UNUSIA Adakan Webinar Tentang Pembelajaran Anak di Era Pandemi
Dwi Putri
Content Writer
Menurut pemaparan materi yang disampaikan oleh Ibu Nyoman Utari Dewi, SE.,M.Pd ada beberapa dampak positif dan negatif yang dihasilkan dari pembelajaran dari rumah ini yaitu :
- DAMPAK POSITIF
- Anak Lebih Mandiri
- Ikatan Emosional dengan Keluarga Lebih Erat ( Bonding)
- Tumbuh Empati Antar Anggota Keluarga
- Pemanfaatan kemajuan Tekhnologi Secara Positif.
- DAMPAK NEGATIF
- Anak Menjadi Bingung, Bosan dan Kesepian
- Emosi Tidak Stabil, Mudah Stres
- Tumbuh Perilaku Antisosial
- Perkembangan Bahasa Terhambat
- Penurunan Kemampuan Literasi dan Numerasi
- dll
Berikut diatas merupakan beberapa dampak positive dan negative yang dtimbulkan dari BDR ( Belajar Dari Rumah ). Selain itu beliau juga mengatakan
Untuk Mengatasi Hal ini memang sangat perlu adanya kerjasama yang baik antara guru dan juga wali murid.
” Ajaklah orangtua melakukan pertemuan virtual bisa melalui zoom maupun chating wa , untuk memberikan edukasi kepada wali murid tentang bagaimana melakukan kegiatan BDR dengan baik” Ucap Ibu Utari
” Yang Perlu Diganti bawahi, Beri pemahaman kepada wali murid bahwa hasil itu bukanlah yang Utama, yang terpenting anak mau dan mampu melakukan dan menyelesaikan kegiatan tersebut.” Sambung Ibu Utari dalam acara Webinar tersebut.
Kegiatan BDR untuk anak dirumah tidak harus melulu dengan buku, pensil, krayon dan lem…tapi bisa dengan benda-benda yang dirumah seperti gunting, kertas,mangkuk,sendok,peralatan dapur dsb.
- Menurut Para Ahli yang Mengatakan Bahwa Sistem Kekebalan Tubuh Pada Anak Lebih Kuat dibanding dengan Orang Dewasa.
- Profesi Orangtua yang kebanyakan bekerja di kalangan publik,jadi apabila day care ditutup mereka akan kerepotan.Dll
Beliau juga mengatakan bahwa tidak semua yang dilakukan di Finlandia bisa diterapkan di Indonesia ,,karna beberapa Faktor seperti kurikulum yang berbeda serta dukungan dari pemerintah yang berbeda, oleh karna itu sebelum melakukan sesuatu guru harus memperhatikan situasi dan kondisi wali murid , apakah kegiatan yang kita berikan bisa diterima atau bisa dilakukan oleh mereka juga atau tidak.
” Hal yang cukup khas di finlandia dalam dunia pendidikan menerapkan principal Participatory Pedagogy” Ucap Bapak Tholchah dalam acara tersebut
Kontributor : Linda Puji Lestari