Penutupan Specta Dies Nathalis Unusia: Satu Dekade, Satu Semangat, Satu Keluarga

Penutupan Specta Dies Nathalis Unusia: Satu Dekade, Satu Semangat, Satu Keluarga

News 5 min read

Penutupan Specta Dies Nathalis Unusia: Satu Dekade, Satu Semangat, Satu Keluarga

Author avatar

Humas Unusia

Content Writer

Penutupan Specta Dies Nathalis Unusia: Satu Dekade, Satu Semangat, Satu Keluarga

Bogor – Rangkaian perayaan ulang tahun ke-10 Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) resmi ditutup dalam acara puncak bertajuk Specta Dies Nathalis yang berlangsung meriah pada Senin, 21 Juli 2025. Bertempat di Aula Laboratorium Unusia, acara dimulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai fakultas.

Kemeriahan acara dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan lantunan khidmat Qiraatul Qur’an dan sari tilawah. Suasana semakin semarak saat seluruh hadirin menyanyikan lagu Mars Unusia dan Yalal Wathon, mencerminkan semangat kebersamaan dan kebangsaan dalam bingkai nilai-nilai Nahdlatul Ulama.

Sambutan demi sambutan mengisi bagian awal acara. Rio, selaku Ketua Pelaksana Dies Nathalis, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan berbagai pihak yang telah membantu menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan. “Terima kasih atas kehadiran dan dukungan dari seluruh dosen, pimpinan, tenaga kependidikan, serta teman-teman mahasiswa. Semoga semangat ini terus menyala di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua BEM Unusia Mega turut memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh elemen kampus. Sementara itu, Plt. Rektor Unusia, Dr. Syahrizal Syarief, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar momentum Dies Nathalis bisa terus menjadi ajang konsolidasi, refleksi, dan inovasi tahunan yang semakin baik dan meriah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan spesial fashion show yang melibatkan mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai fakultas.

Sebagai tanda resmi berakhirnya perayaan Specta Dies Nathalis, jajaran pimpinan universitas melakukan simbolisasi penutupan melalui pemukulan gendang bersama. Momen ini menjadi penanda semangat baru untuk melangkah ke dekade Unusia selanjutnya. Doa bersama menjadi penutup sesi formal acara, memanjatkan harapan akan keberkahan dan kemajuan institusi.

Tak kalah istimewa, acara disemarakkan dengan penampilan pembacaan puisi oleh Bapak Amtsar, dengan untaian kata-kata yang menggugah semangat intelektual dan cinta tanah air.

Puncak kemeriahan juga diisi dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang telah berlangsung selama rangkaian Dies Nathalis. Keceriaan para penerima hadiah menambah warna dalam penutupan acara.

Menjelang sore hari, suasana semakin hangat dengan penampilan spesial dari Band SukaTani. Alunan musik dan nyanyian dari para personel band sukses menutup hari dengan penuh suka cita, menjadikan Specta Dies Nathalis tahun ini sebagai perayaan yang membekas di hati seluruh civitas akademika Unusia.

Dengan berakhirnya acara ini, semangat Unusia untuk terus tumbuh, mengabdi, dan berinovasi semakin menguat dalam semangat kebersamaan menuju satu dekade selanjutnya.


Penulis: Anwariah Salsabila