PAI Unusia Gelar Pembekalan dan Teknis Penyusunan Laporan PPM 2025
Humas Unusia
Content Writer
Jakarta – Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) melalui Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menggelar Pembekalan Pengenalan Profesi Mahasiswa (PPM) 2025 pada Rabu, 27/08.
Acara berlangsung di Aula Jakoeb Oetomo lantai 4, Kampus Unusia Jakarta, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, dan dibagi ke dalam beberapa sesi agar lebih terfokus dan interaktif. Materi utama disampaikan oleh Kaprodi PAI, Saiful Bahri, M.Ag, yang menjelaskan secara rinci tahapan pelaksanaan PPM mulai dari pembekalan, praktik, hingga penyusunan laporan akhir. Selain itu, hadir pula Dede Setiawan, M.Pd., Dekan FKIP, dan Anggun Pastika, M.Pd., Wakil Dekan FKIP, yang turut memberikan arahan dan materi pendukung guna memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi program PPM.
PPM merupakan program wajib bagi mahasiswa sebagai ajang latihan nyata menjadi calon pendidik profesional. Selama tiga bulan, Juli hingga September, mahasiswa akan diterjunkan ke madrasah atau sekolah untuk melakukan observasi, menjalin komunikasi dengan pihak lembaga, melaksanakan praktikum mengajar, hingga memahami aspek kependidikan secara administratif. Dengan pengalaman ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya terampil mengajar, tetapi juga memahami dinamika sekolah secara utuh.
Materi pembekalan menekankan pada penguatan keterampilan dasar mengajar, perencanaan pembelajaran, serta strategi pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Hal ini penting agar mahasiswa dapat menghadirkan praktik mengajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri sebagai pendidik muda.
Tahap akhir dari PPM adalah penyusunan laporan. Laporan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi sarana evaluasi bagi mahasiswa maupun lembaga. Prosesnya mencakup pengumpulan data hasil observasi dan praktik, diskusi kelompok, konsultasi dengan dosen pembimbing lapangan serta pihak sekolah, hingga penandatanganan oleh pihak terkait. Laporan harus disusun dengan bahasa yang baik, ringkas, objektif, dan mengikuti kaidah penulisan akademik.
Melalui pembekalan ini, mahasiswa dipersiapkan lebih matang menghadapi dunia nyata kependidikan. PPM 2025 diharapkan tidak hanya memberi pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga memberi kontribusi positif bagi madrasah dan sekolah mitra yang menjadi tempat praktik.