Muhtar Said Gondol Gelar Doktor di UB, Angkat Pemikiran Yamin Soal Balai Agung
Humas Unusia
Content Writer
Jakarta – Dosen Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Muhtar Said, resmi menyandang gelar Doktor setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) Malang, Jawa Timur, pada Rabu (30/7/2025).
Dalam disertasinya, Muhtar mengangkat tema sejarah awal gagasan judicial review di Indonesia, dengan mengungkap bahwa tokoh pertama yang mencetuskannya adalah Muhammad Yamin. Temuan tersebut dipaparkan di hadapan dewan penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Moh. Fadli, Prof. Sudarsono, Prof. Tunggul Anshari, Prof. Dr. Martitah, Dr. Aan Eko Widiarto, Dr. Adi Widianingrum, dan Dr. Dhia Al-Uyun.
Muhtar menjelaskan, ide tersebut pertama kali disampaikan Yamin dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tahun 1945. Pada kesempatan itu, Yamin menekankan pentingnya keberadaan lembaga yang memiliki kewenangan membandingkan undang-undang dengan Undang-Undang Dasar, Syariat Islam, dan nilai-nilai adat. Lembaga tersebut oleh Yamin diberi nama Balai Agung.
“Raihan ini (doktoral) semoga menjadi cambuk bagi generasi milenial dan Gen-Z untuk lebih mengenal sejarah hukum dan berkontribusi bagi negeri,” ujar Muhtar. Ia menegaskan bahwa ilmu tidak akan bermanfaat jika tidak disebarluaskan, sehingga dirinya selalu memotivasi mahasiswa untuk melanjutkan studi hingga tingkat magister bahkan doktor.
Perjalanan meraih gelar doktor ini tidaklah mudah. Muhtar harus membagi waktu antara mengajar di Unusia dan menempuh studi di Malang. “Pokoknya tekad saya kuat untuk menyelesaikan disertasi. Jakarta–Malang bolak-balik saya jalani,” ujarnya sambil tersenyum.
Muhtar Said menamatkan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Negeri Semarang, kemudian melanjutkan Magister Hukum di Universitas Diponegoro, dan kini resmi meraih gelar Doktor dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang.
Dengan pencapaian ini, Unusia kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas dan mendorong sivitas akademika untuk terus berkembang demi kemajuan pendidikan dan bangsa.
Penulis: Anwariah Salsabila