Mahasiswa Unusia Rozi Aldi Lolos 20 Besar Nasional Olimpiade PAI Fest 2025

Mahasiswa Unusia Rozi Aldi Lolos 20 Besar Nasional Olimpiade PAI Fest 2025

News 5 min read

Mahasiswa Unusia Rozi Aldi Lolos 20 Besar Nasional Olimpiade PAI Fest 2025

Author avatar

Humas Unusia

Content Writer

Mahasiswa Unusia Rozi Aldi Lolos 20 Besar Nasional Olimpiade PAI Fest 2025

Mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Unusia, Rozi Aldi, kembali menorehkan capaian membanggakan dengan berhasil menembus 20 besar Nasional dalam Olimpiade Pendidikan Agama Islam Perguruan Tinggi Umum (PTU) pada ajang PAI FAIR 2025. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII).

Rozi, mahasiswa semester 7 asal Sumatera Barat, menjadi salah satu wakil provinsi yang lolos setelah melalui seleksi ketat dari lebih 700 peserta PTU se-Indonesia. Ia menilai bahwa olimpiade ini bukan hanya ruang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk mempertajam sensitivitas terhadap isu-isu keagamaan kontemporer. “Mahasiswa harus mampu membaca persoalan keagamaan, sosial, dan kebangsaan secara jernih, serta memberi kontribusi melalui gagasan,” ujarnya.

Informasi mengenai kompetisi ini ia dapatkan melalui kanal resmi Kementerian Agama RI. Meski telah memiliki pengalaman dalam lomba serupa, Rozi tetap perlu menyesuaikan diri dengan fokus materi PAI FAIR 2025 seperti moderasi beragama, Islam sebagai agama yang damai, hingga ekoteologi.

Tahapan seleksi menilai ketepatan, kecepatan, dan pemahaman peserta terhadap materi Al-Qur’an dan Hadis, Fikih, Akidah Akhlak, Sejarah Peradaban Islam, serta isu kebangsaan. Dengan latihan intensif dan manajemen waktu yang disiplin, Rozi berhasil masuk jajaran 20 finalis nasional.

Di tengah proses seleksi, ia sempat menghadapi kendala teknis seperti kestabilan jaringan serta tantangan menjaga ritme belajar di tengah aktivitas kampus dan organisasi. Namun, konsistensi menjadi modal utamanya untuk terus melaju.

Saat diumumkan sebagai salah satu finalis nasional, ia mengaku sangat bersyukur. “Saya tidak menyangka dapat bersaing dengan peserta dari kampus-kampus besar. Ini bukan hanya capaian pribadi, tetapi amanah untuk membawa nama baik kampus dan daerah,” katanya.

Babak Grand Final akan digelar secara langsung di Banten dengan format utama penulisan Karya Tulis Populer bertema Pendidikan Agama Islam, Artificial Intelligence (AI), dan Sustainable Development Goals (SDGs). Untuk menghadapi babak akhir, Rozi tengah memperkuat literatur ilmiah, memperdalam relasi nilai-nilai PAI dengan teknologi dan keberlanjutan, serta menyelaraskan gagasan dengan pedoman lomba.

Kepala Program Studi SPI, Fuadul Umam, turut memberikan apresiasi atas capaian ini.

"Capaian mahasiswa SPI di tingkat nasional hingga internasional menunjukkan kualitas dan daya saing mereka. Menurutnya, ketatnya kompetisi justru menjadi pemacu semangat mahasiswa untuk tampil maksimal dan menembus babak final. Ia berharap pencapaian Rozi dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya."

Rozi juga mengungkapkan bahwa dukungan dari dosen dan lingkungan akademik Unusia sangat membantu perjalanannya. Akses referensi, ruang diskusi, serta bimbingan akademik membuatnya merasa didampingi dalam proses persiapan.

Ia berharap babak Grand Final dapat menjadi momentum untuk memberikan hasil terbaik sekaligus melahirkan kontribusi nyata bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam dan kemaslahatan masyarakat.

Menutup ceritanya, Rozi menyampaikan pesan untuk mahasiswa Unusia lainnya:

“Jadilah versi terbaik dari diri kita. Terus bertumbuh dalam keilmuan, asah kemampuan, dan buka diri pada pengalaman baru. Ilmu hanya bermakna ketika memberi kebermanfaatan dan cahaya bagi sekitar.”


Penulis: Anwariah Salsabila