Kolaborasi Unusia dalam Penerbitan Buku The Future Society tentang Masyarakat Masa Depan
Humas Unusia
Content Writer
Jakarta — Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) kembali menegaskan perannya dalam pengembangan wacana keilmuan dan peradaban melalui penerbitan buku The Future Society: Pandangan Para Aktivis Nahdliyin. Buku ini diterbitkan oleh Unusia Press dan menjadi bagian dari ikhtiar intelektual Nahdlatul Ulama dalam membayangkan arah masyarakat masa depan.
Buku The Future Society merupakan kelanjutan dari Muktamar Pemikiran Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan pada 3 Desember 2023 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Forum tersebut digagas sebagai ruang tukar pikir publik di tengah meningkatnya polarisasi sosial yang mulai terasa menjelang Pemilu, termasuk di lingkungan organisasi sosial keagamaan.
Salah satu penulis sekaligus editor buku ini adalah Ahmad Suaedy, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Islam Nusantara Unusia. Keterlibatan Ahmad Suaedy mencerminkan peran aktif sivitas akademika Unusia dalam produksi gagasan dan refleksi kritis atas dinamika sosial, kebangsaan, dan keagamaan.
Dalam Muktamar Pemikiran NU 2023, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan sejumlah pesan penting. Ia menegaskan bahwa forum ilmiah NU tidak boleh terseret ke dalam politik praktis, sekaligus mengkritisi minimnya keterlibatan kiai dan nyai pesantren dalam forum tersebut yang dinilai masih didominasi oleh kalangan intelektual akademik.
Kritik tersebut menjadi bagian dari refleksi bersama. Meski demikian, NU selama ini telah aktif menyelenggarakan berbagai forum keilmuan lain yang menempatkan kiai dan nyai pesantren sebagai narasumber utama, seperti halaqah Fiqh Peradaban dan Bahtsul Masail, yang jumlahnya mencapai ratusan forum di berbagai daerah sepanjang 2022–2023.
Muktamar Pemikiran NU 2023 sendiri diikuti oleh ratusan aktivis, akademisi, kiai, dan santri dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk luar Pulau Jawa. Narasumber yang dihadirkan pun lintas latar belakang, baik dari internal NU maupun dari agama dan organisasi Islam lainnya. Seluruh proses forum tersebut terdokumentasi dan dapat diakses publik melalui kanal YouTube PBNU yang diterbitkan oleh Lakpesdam NU.
Berangkat dari refleksi atas forum tersebut, para penggagas kemudian memperluas pembahasan melalui penulisan buku The Future Society. Buku ini menghadirkan sejumlah penulis dari kalangan aktivis dan intelektual NU sesuai dengan bidang keahlian masing-masing, untuk membahas tema masyarakat masa depan secara lebih mendalam dan sistematis.
Penerbitan buku ini merupakan hasil kolaborasi Unusia Press, Penerbit Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, dan Kementerian Agama Republik Indonesia. Melalui karya ini, Unusia menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya berperan dalam pendidikan formal, tetapi juga sebagai ruang lahirnya gagasan, refleksi, dan kontribusi intelektual bagi masa depan peradaban.
Penulis: Anwariah Salsabila