KKN 2025 Fokus Wilayah Urban: Hadirkan Solusi Nyata bagi Masyarakat Perkotaan
Humas Unusia
Content Writer
Jakarta – 21 Mei 2025, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan daftar inventarisasi masalah untuk pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2025.
Bertempat di Smartclass Lantai 3 Kampus A Unusia, kegiatan ini menghadirkan dosen pembimbing lapangan dan sejumlah undangan eksternal dari unsur pengamat sosial DKI Jakarta. FGD dipimpin oleh Unu Putra Herlambang, M.H., dan menjadi forum penting untuk menjaring masukan strategis demi penyempurnaan pelaksanaan program KKN mendatang.
Tahun ini, Unusia mengusulkan dua wilayah baru sebagai lokasi KKN, yaitu Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan kebutuhan mahasiswa yang juga merupakan pekerja aktif dan memerlukan lokasi yang lebih terjangkau dibandingkan dengan lokasi sebelumnya di Kabupaten Bogor.
Berbagai isu krusial yang menjadi sorotan dalam diskusi antara lain rendahnya kesadaran sosial masyarakat, meningkatnya radikalisme di kalangan pelajar, kenakalan remaja, maraknya kriminalitas, hingga minimnya ruang publik yang ramah anak di wilayah perkotaan.
Menanggapi isu-isu tersebut, peserta FGD menyampaikan sejumlah usulan program KKN yang bersifat solutif dan kontekstual. Salah satunya adalah penyuluhan kesehatan masyarakat yang menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, edukasi mengenai pencegahan seks bebas juga dianggap penting untuk menjawab tantangan sosial yang dihadapi generasi muda di wilayah urban.
Usulan lainnya mencakup pelatihan literasi dasar, seperti membaca, menulis, dan berhitung (calistung), serta pendampingan belajar anak-anak di lingkungan padat penduduk. Para peserta juga menyarankan pengembangan program PAUD berbasis kelurahan yang selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai wujud sinergi antara kampus dan pemerintah daerah.
Di bidang ekonomi, muncul gagasan mengenai pendampingan UMKM, khususnya dalam aspek digitalisasi usaha kecil. Program ini juga mencakup penyuluhan terkait hak merek dan sertifikasi halal, guna meningkatkan daya saing usaha lokal di tengah tantangan ekonomi digital.
Sementara itu, isu lingkungan juga menjadi perhatian. Beberapa program yang diusulkan antara lain pelatihan hidroponik dan aquaponik sebagai bentuk pertanian urban yang ramah lingkungan. Selain itu, pengelolaan Bank Sampah, minyak jelantah, dan limbah sayur di tingkat kelurahan dinilai mampu menjadi solusi konkret dalam membangun kesadaran lingkungan masyarakat.
Kepala LPPM Unusia menyampaikan harapannya agar program KKN tahun 2025 dapat menjadi sarana pemberdayaan yang nyata, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan masyarakat urban.
“Kami ingin KKN tidak hanya menjadi rutinitas akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat dan selaras dengan program strategis pemerintah daerah,” ujar Unu Putra Herlambang.
Dengan penyelenggaraan FGD ini, Unusia mempertegas komitmennya untuk terus berinovasi dalam tridarma perguruan tinggi dan menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat sasaran.
Penulis: Anwariah Salsabila