Kaji Awig-Awig di Pulau Lombok, Didik Yulianto Gondol Doktor Islam Nusantara
Humas Unusia
Content Writer
Jakarta — Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) kembali menyelenggarakan sidang terbuka promosi doktor untuk Program Studi Sejarah Peradaban Islam. 19/07/25, pukul 13.00 WIB, acara berlangsung di Aula Jakoeb Oetama Kampus Unusia, dengan menghadirkan Didik Yulianto sebagai promovendus.
Sidang terbuka ini dipimpin oleh Dr. Siti Nabilah, M.Pd. selaku Ketua Sidang. Turut hadir sebagai anggota dewan penguji, yakni Dr. Ahmad Su’adi, MA.Hum selaku Promotor, Dr. Ayatullah, M.Ud sebagai Co-Promotor, Dr. Fariz Alnizar, M.Hum dan Dr. Ginanjar Sya’ban, M.Hum sebagai penguji, serta Dr. Moh. Hasan Basri, M.A., Ph.D yang bertugas sebagai Sekretaris Sidang.
Didik Yulianto mempresentasikan disertasinya yang berjudul "Transformasi dan Penerapan Awig-Awig Nelayan di Kawasan Pulau Lombok pada Abad XVI–XXI", sebuah kajian mendalam mengenai dinamika hukum adat maritim masyarakat Sasak di tengah arus perubahan budaya, agama, dan ekosistem.
Melalui pendekatan etnografi sejarah, penelitian ini mengurai bagaimana Awig-awig—hukum adat yang mengatur kehidupan nelayan Sasak—bertransformasi dari bercorak Hindu menuju corak Islam, dan bagaimana perubahan ini berdampak pada tatanan sosial, keberlanjutan ekosistem laut, serta relasi kekuasaan antara adat, agama, dan negara. Disertasi ini juga menyoroti bagaimana nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup di tengah tantangan modernitas, termasuk konflik alat tangkap, migrasi nelayan, hingga penetrasi hukum formal negara.
Dewan penguji menyampaikan pandangan kritis dan konstruktif atas disertasi, baik dalam metodologi, sumber primer, serta relevansi kajian terhadap pembangunan hukum adat dan maritim Indonesia.
Didik Yulianto menyampaikan bahwa melalui riset ini, ia berharap Awig-awig dapat direvitalisasi dan dijadikan rujukan dalam tata kelola laut yang berkeadilan, berbasis kearifan lokal, dan selaras dengan hukum formal.
Sidang ini menambah daftar promosi doktor dari Unusia yang mengangkat isu-isu historis dan kontemporer di tengah masyarakat Islam Nusantara. Fakultas Islam Nusantara Unusia menegaskan komitmennya dalam membina riset-riset akademik yang berakar pada realitas lokal dan relevan dalam percaturan ilmu pengetahuan global.
Penulis: Anwariah Salsabila