Hindun Anisah Gondol Gelar Doktor, Angkat Gerakan Ulama Perempuan Indonesia (KUPI)

Hindun Anisah Gondol Gelar Doktor, Angkat Gerakan Ulama Perempuan Indonesia (KUPI)

News 5 min read

Hindun Anisah Gondol Gelar Doktor, Angkat Gerakan Ulama Perempuan Indonesia (KUPI)

Author avatar

Humas Unusia

Content Writer

Hindun Anisah Gondol Gelar Doktor, Angkat Gerakan Ulama Perempuan Indonesia (KUPI)

Jakarta – Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) kembali melahirkan doktor baru dari Program Studi Doktor Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Islam Nusantara. Promovenda Hindun Anisah berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Gerakan Ulama Perempuan Indonesia: Studi Atas Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) sebagai Gerakan Baru Perempuan Indonesia” dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar di Aula Laboratorium Unusia, Senin (18/8).

Sidang promosi ini dipimpin oleh Dr. Ahmad Syafi’i, M.A.Hum selaku Ketua Sidang dan Dr. Siti Nabilah, S.Sos.I., M.Si sebagai Sekretaris Sidang. Tim promotor terdiri dari Dr. Miskiatul Lathifah, M.Ag (Promotor), Dr. Gianjar Sya’ban, M.Ag (Ko-Promotor I), serta Dr. Fariz Alnizar, M.A. (Ko-Promotor II). Adapun tim penguji adalah Dr. Abdul Mujib Masykur, M.A. (Penguji I) dan Prof. Pieterstein van Doorn-Harder (Penguji II/eksternal).

Dalam penelitiannya, Hindun menyoroti peran KUPI sebagai gerakan keulamaan perempuan yang menghadirkan wacana keislaman yang inklusif dan adil gender. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus—mencakup analisis dokumen, wawancara dengan ulama perempuan dan aktivis, serta observasi kegiatan KUPI—penelitian ini mengungkap bagaimana KUPI secara strategis menggunakan otoritas keagamaan untuk menyuarakan isu-isu penting seperti kekerasan berbasis gender, pernikahan anak, hingga hak-hak reproduksi, dalam bingkai ajaran Islam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUPI telah berhasil merumuskan fatwa-fatwa progresif yang menantang interpretasi patriarkal atas teks-teks agama dan membangun fondasi teologis bagi kesetaraan gender. Lebih jauh, KUPI diposisikan sebagai gerakan transformasi perempuan Indonesia yang bersifat intelektual, ilmiah, sosial-keagamaan, advokasi, hingga gerakan kebijakan publik.

Disertasi ini juga menegaskan bahwa KUPI berlandaskan pada pengakuan kontribusi ulama perempuan, reinterpretasi teks agama dengan perspektif keadilan gender, serta upaya membangun jaringan, solidaritas, dan advokasi kebijakan yang responsif terhadap tantangan zaman. Dengan demikian, penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika gerakan perempuan berbasis agama di Indonesia sekaligus implikasinya bagi masa depan wacana keagamaan dan gerakan sosial di tanah air.

Keberhasilan ini menambah deretan capaian akademik Unusia dalam mencetak ilmuwan yang berkomitmen pada kajian keislaman dan kebangsaan. Melalui disertasinya, Hindun Anisah diharapkan dapat terus berkontribusi memperkuat peran ulama perempuan dan memperluas perspektif keadilan dalam pembangunan peradaban Islam Nusantara.


Penulis: Anwariah Salsabila