Diskusi Ilmiah: Literasi dan Aksi Mahasiswa dalam Membangun Sejarah dan Pengabdian

Diskusi Ilmiah: Literasi dan Aksi Mahasiswa dalam Membangun Sejarah dan Pengabdian

News 5 min read

Diskusi Ilmiah: Literasi dan Aksi Mahasiswa dalam Membangun Sejarah dan Pengabdian

Author avatar

Humas Unusia

Content Writer

Diskusi Ilmiah: Literasi dan Aksi Mahasiswa dalam Membangun Sejarah dan Pengabdian

Jakarta – Perpustakaan Unusia Grha Mahbub Djunaidi bekerja sama dengan Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) menggelar Diskusi Ilmiah bertajuk “Literasi dan Aksi: Perjalanan Mahasiswa dalam Sejarah, Orasi, dan Pengabdian” pada Selasa, 5 Agustus 2025, bertempat di Aula Lt.3 Lab Unusia.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari kalangan pimpinan kampus, akademisi, dan mahasiswa berprestasi. Hadir sebagai keynote speaker, Fatkhu Yasik, M.Pd., selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik, Riset, dan Pengabdian Masyarakat Unusia. Turut menjadi narasumber dalam diskusi ini adalah Siti Rozinah, M.Hum. (Kepala Perpustakaan Unusia Grha Mahbub Djunaidi) dan Fuadul Umam, M.Hum. (Kepala Prodi SPI Unusia). Keduanya menyoroti urgensi literasi sejarah Islam dalam memperkuat pemahaman kebangsaan serta pentingnya memanfaatkan teknologi digital untuk mengakses sumber sejarah yang kredibel.

Menariknya, diskusi ini juga menghadirkan para mahasiswa SPI berprestasi yakni Yasirul Musyaffa, Faris Bahrul, dan Rama Aditya yang merupakan pemenang lomba orasi dan rancangan pengabdian sejarah Islam. Ketiganya berbagi pengalaman dalam mengangkat isu-isu sejarah Islam melalui pendekatan kreatif, kritis, dan aplikatif dalam kompetisi nasional yang mereka ikuti.

Diskusi yang dimoderatori oleh Zulfa Fayruza ini berlangsung sangat interaktif dan hangat. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang mengalir sepanjang sesi, menunjukkan semangat mahasiswa untuk terus belajar dan berkontribusi dalam ranah literasi dan pengabdian.

Materi diskusi turut memperkenalkan konsep literasi sejarah menurut UNESCO dan aplikasinya dalam konteks sejarah Islam Indonesia—mulai dari teori masuknya Islam, peran Walisongo, hingga dinamika dakwah dan akulturasi budaya. Tantangan era digital seperti banjir informasi dan rendahnya minat baca juga menjadi bahasan penting dalam forum ini.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara perpustakaan dan program studi dalam mendorong budaya akademik yang produktif dan membumi. Peserta yang hadir diajak untuk tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga menjadikannya sebagai inspirasi dalam membentuk masa depan bangsa yang berkeadaban.


Penulis: Anwariah Salsabila