Delegasi IYES 2025: Mahasiswi Sosiologi Unusia Wakili Indonesia di Kancah Internasional
Humas Unusia
Content Writer
Jakarta – Mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Liskawati berhasil terpilih sebagai salah satu delegasi Indonesia dalam ajang International Youth Excursion and Summit (IYES) 2025 yang akan berlangsung di Malaysia dan Singapura. Liska merupakan mahasiswa semester 6 jurusan Sosiologi yang aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan pengembangan diri, baik di dalam maupun luar kampus.
Dalam kesehariannya, Liska tidak hanya menjalani peran sebagai mahasiswa, tetapi juga aktif sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima) Sosiologi dan sebagai Kopri (Korps PMII Putri) di Rayon Pembebasan, PMII. Selain itu, ia juga mendirikan komunitas perempuan di Unusia bernama Serumpun Unusia, sebuah wadah yang mewadahi solidaritas dan pemberdayaan mahasiswa perempuan.
Komitmen dan dedikasinya dalam dunia akademik dibuktikan dengan prestasi di bidang debat ilmiah. Ia berhasil meraih juara 3 dalam ajang lomba debat ilmiah tingkat kampus di Unusia. “Saya memang sudah lama punya keinginan untuk bisa ke luar negeri, dan saat ada informasi pembukaan IYES, saya langsung merasa terpanggil dan mendaftarkan diri,” ujar Liska.
Program IYES 2025 membuka peluang bagi pemuda Indonesia untuk bertemu, berdiskusi, dan menjalin kerja sama lintas negara. Dalam program ini, Liska dan timnya akan mengangkat proyek bertajuk Brain Road, yang akan dibahas bersama peserta lainnya dalam sesi diskusi intensif. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan berbagai reward dan melakukan kunjungan edukatif ke sejumlah universitas di Malaysia dan Singapura.
Untuk sampai ke tahap ini, Liska harus melewati beberapa tahap seleksi yang cukup ketat. Proses dimulai dengan seleksi berkas pada tanggal 11 April 2025, lalu dilanjutkan dengan ujian tulis yang terdiri dari 50 soal pilihan ganda dan 5 soal esai. “Soal-soalnya banyak membahas tentang SDGs dan isu-isu global lainnya. Cukup menantang, tapi sekaligus membuka wawasan saya lebih luas,” ungkapnya.
Saat menerima pengumuman lolos sebagai delegasi, Liska mengaku perasaannya campur aduk. “Saya sangat senang, karena ini pertama kalinya saya akan mengikuti kegiatan ke luar negeri. Ini bukan sekadar prestasi, tapi langkah awal menuju pengalaman internasional yang lebih luas.”
Menurut Liska, pengalaman seperti ini sangat penting bagi anak muda, terutama mahasiswa. “Kegiatan internasional seperti IYES akan membuka wawasan, memperluas jaringan, dan insya Allah bisa jadi jalan untuk kesempatan-kesempatan global lainnya ke depan,” katanya.
Liska berbagi tips sederhana namun penting, untuk mahasiswa Unusia lainnya yang ingin mengikuti jejaknya, “Yang utama adalah percaya diri dan jangan takut mencoba. Kita nggak akan tahu bisa atau tidak kalau belum berani melangkah.”
Di akhir wawancara, Liska menitipkan pesan penuh semangat: “Carilah peluang kegiatan internasional sebanyak-banyaknya. Jangan ragu. Karena pengalaman seperti ini sangat bermakna dan bisa jadi titik balik masa depan kita.”
Keikutsertaan Liska sebagai delegasi IYES 2025 menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Unusia mampu bersaing di tingkat internasional. Dukungan kampus terhadap mahasiswa yang aktif, progresif, dan berorientasi global menunjukkan komitmen Unusia dalam membentuk generasi muda yang tak hanya berakar pada nilai, tetapi juga siap menjangkau dunia.
Penulis: Anwariah Salsabila