Rapat Kerja Unusia 2025: Menguatkan Kelembagaan, Meningkatkan Reputasi

Rapat Kerja Unusia 2025: Menguatkan Kelembagaan, Meningkatkan Reputasi

News 5 min read

Rapat Kerja Unusia 2025: Menguatkan Kelembagaan, Meningkatkan Reputasi

Author avatar

Humas Unusia

Content Writer

Rapat Kerja Unusia 2025: Menguatkan Kelembagaan, Meningkatkan Reputasi

Jakarta — Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menggelar Rapat Kerja (Raker) tahun 2025 pada Jumat, 16 Mei 2025, bertempat di Aula Jakoeb, lantai 4 Kampus A Unusia. Acara ini dimulai pada pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan kampus, mulai dari Badan Pelaksana Pengelola (BPP), Plt. Rektor, para Wakil Rektor, hingga jajaran dekan, kaprodi, dosen, serta tenaga kependidikan dari seluruh fakultas dan unit kerja di lingkungan Unusia.

Raker 2025 ini menjadi agenda strategis dalam menentukan arah kebijakan dan pengembangan institusi untuk satu tahun ke depan. Selain membahas Rencana Operasional Tahun 2025, rapat kerja ini juga menjadi momen penting pelantikan jajaran pengelola baru Unusia. Dengan mengusung tema “Menguatkan Kelembagaan, Meningkatkan Reputasi,” kegiatan ini sekaligus menandai langkah konsolidasi menuju satu dekade perjalanan Unusia sebagai perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang unggul dan berdaya saing.

Dalam sesi wawancara usai pembukaan Raker, Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, dan Pengabdian Masyarakat Unusia, Fatkhu Yasik, M.Pd., menjelaskan secara mendalam filosofi tema yang diangkat dalam Raker 2025. Menurutnya, dua hal utama yang menjadi fokus adalah penguatan kelembagaan dan peningkatan reputasi kampus.

“Raker 2025 kita mengambil tema menguatkan kelembagaan, meningkatkan reputasi. Karena dua hal inilah indikator utama sebuah perguruan tinggi itu benar-benar berkualitas atau tidak,” ujar Fatkhu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kelembagaan yang kuat tercermin dalam tata kelola yang profesional dan kepuasan dari para pemangku kepentingan, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga mitra kerja sama serta pengguna lulusan.

“Semua pihak harus merasakan kepuasan terhadap pelayanan dan kinerja institusi. Ini menjadi cermin seberapa kuat performa kelembagaan kita,” jelasnya.

Terkait dengan peningkatan reputasi, Fatkhu Yasik menekankan pentingnya portofolio kerja-kerja di tingkat internasional. Ia menghindari penggunaan istilah “go internasional” karena dinilai terlalu umum dan tidak mudah diukur.

“Kita tidak memakai istilah go internasional. Kita lebih memilih fokus pada portofolio nyata. Misalnya, riset kolaboratif dengan institusi luar negeri, mahasiswa magang di perusahaan internasional, atau mendatangkan mahasiswa asing ke Unusia,” terangnya.

Beberapa skema telah disiapkan untuk mendukung langkah tersebut, termasuk penambahan kuota mahasiswa internasional dan peningkatan kualitas jurnal ilmiah kampus agar dapat meraih akreditasi yang lebih tinggi pada tahun 2025.

Plt. Rektor Unusia, dr. Syahrizal Syarif, MPH, Ph.D., dalam sambutannya mengajak seluruh civitas akademika untuk bersinergi dalam menyukseskan seluruh program kerja yang telah dirancang, terutama yang berorientasi pada mutu kelembagaan dan reputasi kampus.

“Tahun ini Unusia genap berusia 10 tahun. Sebuah momentum penting untuk mengevaluasi langkah-langkah kita selama ini, dan menetapkan visi yang lebih besar ke depan. Semoga Unusia bisa berkembang lebih baik dan maju. Mari kita usahakan bersama-sama. Ini bukan hanya kerja struktural, tapi kerja kolektif seluruh keluarga besar Unusia,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Unusia, Juri Ardiantoro. Ia menekankan bahwa tantangan perguruan tinggi ke depan menuntut kesiapan semua lini untuk bertumbuh secara berkelanjutan dan terukur.

“Kami di BPP tentu terus mendukung setiap langkah strategis yang dilakukan kampus. Harapannya, apa yang kita bahas hari ini benar-benar dapat diwujudkan bersama,” ungkapnya.

Rapat Kerja 2025 ini diakhiri dengan sesi refleksi dan penyampaian komitmen bersama dari masing-masing unit kerja untuk menyelaraskan seluruh kegiatan akademik, administratif, dan pengembangan SDM dengan semangat tema besar tahun ini. 

Dengan pijakan kelembagaan yang kuat dan reputasi yang terus dibangun secara strategis, Unusia optimis menatap masa depan sebagai kampus yang relevan, inklusif, dan berdampak — tidak hanya untuk bangsa, tetapi juga dalam konteks global.


Penulis: Anwariah Salsabila